Karir

Cara Memaksimalkan Waktu Kerja Yang Banyak Terbuang

Terlalu banyak pekerjaan kadang membuat kita bingung harus mengerjakan yang mana lebih dulu. Tak sedikit waktu yang terbuang dengan hanya memikirkan pekerjaan mana yang lebih dulu dikerjakan. Berikut adalah tips dan trik agar anda bisa memaksimalkan waktu kerja agar tidak terbuang sia sia :

1. Buat jam kerja terjadwal

Tidak seperti pekerja kantoran, bekerja sebagai freelance Anda dapat mengatur waktu kerja sendiri. Meski begitu, sebaiknya buat jadwal yang hampir sama dengan perusahaan Anda bekerja. Misalnya, jika jam kerja kantor pukul 10:00-18:00, dengan waktu istirahat sejam, Anda bisa bekerja mulai pukul 09:00-12:00.

Atau membaginya seperti hari ini bekerja pukul 08:00-10:00 dan kemudian keesokan harinya 18:00-20:00. Hal ini akan membuat Anda lebih disiplin, semangat dan bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

2. Ambil beban kerja yang wajar


Anda mungkin cenderung melebih-lebihkan kemampuan dan stamina mental yang dimiliki dengan mengambil banyak pekerjaan freelance demi mendapatkan penghasilan yang lebih banyak. Akan tetapi perlu disadari banyaknya pekerjaan juga akan menyita pikiran dan stamina, sehingga dampaknya tubuh kurang istirahat.

Dua pekerjaan saja sudah cukup membuat otak berpikir keras, apalagi jika pekerjaan tersebut menuntut Anda harus cepat selesai, bisa-bisa waktu Anda tersita. Sebaiknya ambil pekerjaan yang jelas bisa dikerjakan secara produktif, sehingga hasilnya juga memuaskan baik bagi perusahaan dan Anda sendiri.

3. Mengistirahatkan tubuh dan pikiran


Dalam upaya untuk memenuhi tenggat waktu agar pekerjaan lebih cepat selesai, biasanya orang cenderung tidak memperhatikan kondisi tubuh, sehingga bisa menyebabkan kelelahan fisik dan pikiran, hal ini juga bisa membuat orang menjadi jenuh.

Agar hasil yang dikerjakan maksimal, sebaiknya beri waktu pada tubuh dan pikiran untuk beristirahat, jangan memforsir kerjaan karena hasilnya akan tidak baik. Kuda saja butuh istirahat dan air ketika mengikuti lomba pacu, apalagi manusia, pasti punya keterbatasan juga.

4. Jangan ambil dua jenis pekerjaan serupa di waktu bersamaan


Dalam banyak kasus, seorang freelance biasanya cenderung mengerjakan dua pekerjaan di waktu yang bersamaan. Jika berada di situasi ini, dikhawatirkan Anda akan mendapat masalah dengan perusahaan yang mempekerjakan Anda. Misalnya Anda adalah seorang penulis di sebuah media, kemudian juga mengambil pekerjaan freelance sebagai penulis. Bisa saja isi tulisan yang dihasilkan serupa, termasuk gaya penulisan.

Jika ini diketahui oleh salah satu perusahaan tersebut, maka Anda bisa dituduh sebagai plagiat karena perusahaan utama tempat Anda bekerja memiliki hak atas tulisan Anda atau sebaliknya.

Oleh karena itu, ketika mulai bekerja pada proyek-proyek freelance, lebih baik lepaskan atribut sebagai penulis di media Anda. Mulai dari awal dan datanglah dengan ide-ide baru yang unik, sehingga inilah yang membedakan pekerjaan freelance dengan penulis di media tempat Anda bekerja.

5. Buat Prioritas

Sebagai pekerja dan seorang freelance, pastinya dituntut memiliki lebih banyak waktu, jika perusahaan tiba-tiba meminta Anda bekerja di waktu libur dengan memberi imbalan lembur atau bonus, maka sulit untuk menolaknya, padahal Anda sudah punya rencana untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai freelance di hari libur.

Dalam situasi ini, diperlukan waktu untuk berpikir kira-kira pekerjaan mana yang lebih penting untuk dilakukan, buatlah skala prioritas untuk pekerjaan tersebut. Sehingga ketika ini terjadi lagi, Anda sudah bisa membuat pilihan yang tepat.



About Irwan Rifani

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.