Berita

Royal Golden Eagle Menyalurkan Listrik Untuk Masyarakat yang Membutuhkan

xKopi - Tak banyak yang tahu bahwa selama ini pemerintah mendapat bantuan dari pihak swasta dalam hal sanitasi air dan pengadaan listrik. Salah satu pihak swasta yang bekerjasama berkontribusi membantu pemerintah dalam menyalurkan listrik untuk masyarakat yang membutuhkan adalah Royal Golden Eagle.  

Melalui anak perusahaannya Royal Golden Eagle turut serta membantu memberikan saluran listrik secara layak dan memadai untuk masyarakat yang membutuhkan salah satu caranya yaitu dengan memanfaatkan ketel uap terbesar di dunia. Royal Golden Eagle tidak melakukan semuanya sendiri melainkan dibantu dengan anak – anak perusahaannya seperti APRIL Group, Asian Agri, PT RAPP dan yang lainnya.  


Solusi Royal Golden Eagle Untuk Menyalurkan Listrik Bagi Masyarakat   

Keputusan RGE terkait dengan solusi menyalurkan listrik untuk masyarakat memang sangat cerdas. Dengan solusi ini tidak hanya masyarakat yang mendapatkan manfaatnya melainkan perusahaan juga dapat menggunakan listrik milik sendiri yang jauh lebih stabil dan sesuai pemenuhan kebutuhan perusahaan secara mandiri dan berkelanjutan. RGE benar – benar memanfaatkan limbah produksi sebagai sumber energi listrik yang dibangun. Salah satu perusahaan dibawah naungan RGE yang turut melakukan pemanfaatan atas limbah produksi adalah Asian Agri.  

Asian Agri kemudian melakukan sebuah langkah yang sangat besar. Anak perusahaan RGE ini segera berusaha membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biogas yang mana fasilitas ini dibangun dalam rangka memanfaatkan limbah cair yang merupakan proses pengolahan kelapa sawit yang dikenal selama ini sebagai Palm Oil Mill Effluent yang diolah sedemikian rupa sampai menjadi suatu biogas yang akan diubah ke dalam energi listrik pada akhirnya. Ada beberapa PLTBg yang sampai saat ini sudah dibangun. Terhitung sampai tahun 2017 kemarin sudah terdapat sebanyak tujuh buah PLTBg yang bisa dimanfaatkan oleh Asian Agri, anak – anak perusahaan RGE dan juga bagi masyarakat setempat. Hanya saja bagi Asian Agri pencapaian tersebut masih belum  cukup. Rencananya pencanangan pembuatan atau pendirian PLTBg akan terus menerus dilakukan sampai tahun 2020 mendatang.  

Pada akhirnya langkah yang sudah dilakukan tersebut memang sangat berguna. Dengan dukungan 7 buah PLTBg yang sampai tahun 2017 kemarin berdiri dan akan diperbanyak sampai 2020 mendatang, Asian Agri sudah menjadi sebuah perusahaan yang mandiri termasuk dalam pemenuhan kebutuhan energinya. Akan tetapi lebih dari itu, dampaknya sangat besar bagi masyarakat setempat karena sisa energi dari penyaluran ke perusahaan dialirkan ke rumah – rumah penduduk.  

Seperti laporan yang sudah diberikan oleh Sawit Indonesia diungkapkan bahwa PLTBg Asian Agri sejak pertama kali didirikan sudah banyak sekali membantu warga setempat. Mereka bahkan juga bisa melakukan suplai sisa energi yang dimiliki ke PLN sehingga hal tersebut sangat membantu. Salah satu contohnya terdapat di Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Dalam rangka memberikan suplai listrik ke PLN, Asian Agri sampai berusaha penuh membangun suatu instalasi listrik di area tersebut dalam radius sebelas km dari pabriknya. 

PLN Tanjung Jabung Barat dengan langkah ini juga secara tidak langsung mampu membantu meningkatkan suplai kelistrikannya. Energi listrik dari Asian Agri kemudian mereka salurkan ke Desa Lubuk Bernai dan juga Desa Lubuk Lawas, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang masing – masing memiliki sebanyak 620 kepala keluarga serta juga sebanyak 285 KK. Tentunya dengan bantuan kelistrikan tersebut sangat diharapkan hal ini bisa berlangsung berkelanjutan agar semakin banyak lagi masyarakat yang terbantu.

About Irwan Rifani

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.